Manajemen Diri

Manajemen Diri

Manajemen diri berdasarkan personal balanced scorecard (PBSC)

Terdapat 4 perspektif :

  1. Stabilitas Keuangan : Stabilitas keuangan. Sampai pada tingkat apa kita mampu memenuhi kebutuhan keuangan kita?
  2. Pelanggan (Eksternal) : Hubungan kita dengan pasangan, anak, teman, majikan, kolega, dan lainnya. Bagaimana mereka melihat diri kita?
  3. Proses internal : Kesehatan fisik dan mental kita. Bagaimana kita mengendalikan kondisi kesehatan dan kebugaran untuk menciptakan nilai bagi diri sendiri dan orang lain.
  4. Pengetahuan dan pembelajaran : Keterampilan dan kemampuan belajar. Bagaimana kita belajar? Dan Bagaimana kita bisa menjaga kesuksesan di masa depan?

Untuk mengetahui apa dasar tujuan hidup kita bisa melalui dua pertanyaan berikut :

  • Saat gue meninggal, gue ingin dikenang sebagai apa?
  • Apa yang ingin gue perbuat untuk mengubah dunia ini menjadi lebih baik?

 

Cara penyusunan PBSC :

  1. Visi Pribadi : menggambarkan kemana kita ingin pergi dan apa yang ingin kita capai
  2. Misi Pribadi : alasan mengapa lo lahir di dunia ini serta tujuan hidup kita
  3. Peran Kunci : cara kita memenuhi berbagai peran penting dalam hidup kita yang akan mewujudkan visi dan misi pribadi kita. Jenis hubungan apa yang ingin kita miliki dengan rekan, teman, keluarga, tetangga, dan orang lain.
  4. Faktor Kritis Sukses Pribadi : Faktor-faktor apa saja yang membuat gue unik dan berbeda? Apa yang menentukan sukses pribadi gue? Apa faktor dalam visi dan misi gue, serta peran kunci penting untuk mewujudkan tujuan-tujuan pribadi gue? Apa Kompetensi gue yang paling penting?
  5. Tujuan Pribadi : harus dapat diukur dan dievaluasi secara periodik
  6. Kinerja Tindakan Pribadi : Bagaimana gue bisa mengukur hasil pribadi gue? Apa yang membuat tujuan pribadi gue terukur?
  7. Target Pribadi : Tujuan kuatitatif tolak ukur kinerja pribadi
  8. Tindakan perbaikan pribadi : Strategi yang digunakan untuk mewujudkan visi misi dan tujuan pribadi.

        PBSC = Visi pribadi + Misi + Peran kunci + Faktor penentu keberhasilan + tujuan + tolak ukur kinerja + Target tindakan perbaikan + (dibagi berdasarkan 4 perspektif : Keuangan, pelanggan, proses internal, dan pengetahuan serta pembelajaran). Merumuskan ambisi pribadi adalah titik awal proses pengembangan strategi pribadi.

        Kecerdasan emosional dapat dilatih dengan mengetahui dan memahami citra diri yang kita miliki. Citra diri ini akan memengaruhi sikap kita terhadap orang lain. Semakin kita mengenal citra diri kita, semakin banyak pengetahuan tentang kekuatan dan kelemahan yang kita raih.

        Orang bodoh adalah orang yang tidak tahu bahwa ia tidak tahu. Sedangkan orang yang bijaksana adalah orang yang mengetahui bahwa dia tidak tahu. Kebijaksanaan sejati akan muncul apabila kita mengetahui apa yang kita ketahui. Caranya adalah dengan berusaha mengetahui semua yang tidak kita ketahui. Dengan memeriksa diri, kita belajar lebih banyak tentang diri kita sendiri sehingga kita menjadi pribadi yang lebih baik. Kita belajar kebenaran tentang diri kita sendiri. Nasihat yang perlu dicamkan adalah “Pelajari apa yang baik dan benar untuk melakukan apa yang baik dan benar”.

         “Siapakah aku?” adalah pertanyaan tentang identitas. Pertanyaan tersebut merupakan cara untuk memulai pemeriksaan batin dan identitas diri kita. Selalu mengamati perjalanan hidup kita akan menghasilkan pengalaman yang sangat luar biasa nilainya. Karena dengan cara itulah kita dapat belajar melihat hidup kita dengan mata baru dan mengamati paa yang terjadi dalam diri kita. Kita menjadi mengerti posisi kita saat ini sehingga kita dapat merumuskan ambisi yang lebih tinggi. Dengan selalu berkaca ke dalam diri, kita dapat membongkar pola pikir kita yang salah, yang selalu menghambat kreatifitas kita. Kita akan lebih siap meciptakan masa depan yang lebih baik dan menemukan tujuan kita.

        Jika kita benar-benar mengenal diri sendiri, kita dapat menemukan talenta dan mengembangkan tujuan pribadi kita dan menggunakan talenta tersebut untuk melayani diri sendiri dan orang lain. Karena itu sangatlah penting untuk selalu mendengarkan suara hati kita.

“Dengarkan suara hati, percaya, dan taati”

 

Dengan demikian kita akan melangkah dengan penuh keyakinan.

(1)  Kebanyakan kita terlalu fokus pada pengaruh dari luar.

(2)  Suara hati itu tenggelam oleh suara bising yang kita buat sendiri.

Untuk mendengar suara hati kita harus mencari gelombang yang sama dengannya sehingga kita dapat mendengar suara hati sendiri.

1)    Karya atau kenangan seperti apa yang akan dikenang terus setelah kita meninggal dunia?

2)    Pembelajaran apa yang ingin kita tinggalkan untuk generasi berikutnya?

Dengan kata lain, apa yang ingin orang lain katakan tentang kita setelah kematian dan apa pengaruh atas kehadiran kita di dunia ini?

———————————————————————————————————————————————————————————————————–

Contoh Manajemen Pribadi gue menurut Personal Balance Scorecard :

Learning : Terus mengembangkan rasa ingin tahu dan selalu menjadi seorang pelajar yang belum tahu apa-apa.

Internal : Menjaga keseimbangan antara heart, mind, spirit dan body.

Customer : Membangun hubungan personal yang positif terhadap orang-orang disekitar gue.

Financial : Bekerja keras untuk menciptakan hal-hal baru yang dapat membantu banyak orang.

Peran Kunci

  1. Pasangan : Mencintai sepenuhnya tanpa syarat.
  2. Anak : Memberikan segalanya untuk orang tua.
  3. Ceo : Membangun kepercayaan, Mendengar, berkorban demi kepentingan bersama (Sacrifice, so the other may gain), menjunjung tinggi kejujuran dan integritas.
  4. Sesama Manusia : Menyebarkan kebaikan dan membiarkan mereka melakukan hal yang sama.

Sekarang satukan semuanya menjadi sebuah kalimat

Visi Pribadi :

I want to create a rainbow in the universe and let other people smile because of it”

Misi Pribadi :

I want to inspired, teach and spread kindness to other people so they can do the same.

Next step is menyelaraskan ambisi dengan perilaku kepribadian lo.

———————————————————————————————————————————————————————————————————–

Sudah berhasil menentukan Visi & Misi hidup lo?

Stay True,

Teru

Teru Egawa

(26243) Views

Comments

comments